Ini cerita yg benar saya alami,disini saya akan
menceritakan perjalanan hidup saya bukan utk bersedih hanya saya membagi cerita
ini utk pelajaran kita bersama.
Hari ini tepat 4 tahun yg lalu saya menerima tawaran
utk pindah ke Semarang setelah nanti saya lulus SMK dari pak de utk menjadi
polisi, disaat itu saya meminta waktu utk berfikir -+ 1 bulan saya tdk
memberikan jawaban lalu tawaran ke dua ke tiga bahkan setelah saya lulus
tawaran itu masih saja datang namun saya bingung selama tawaran itu datang saya
selalu tdk bisa tidur dan juga slalu meminta pendapat kpd orang tua bagaimana
sebaiknya apakah mengambil tawaran itu atau tidak tetapi orang tua slalu
menyerahkan semuanya terhadap saya karena menurut mereka bahwa jalan hidup saya
harus ,saya tentukan sendiri.
Pada akhirnya tawaran itupun saya tolak ada berbagai
alasan saya menolak tawaran itu salah satunya adl saya mempunyai seorang wanita
disamping yg sangat saya cintai dan sayangi sejak SMP , sempat putus nyambung
dalam hubungan dan mungkin itu wajar bagi kita waktu seusia itu, saat akan
lulus SMK kita balik lagi makanya saya tdk mengambil tawaran itu karena saya
tdk ingin kehilangan dia lagi utk selanjutnya.Pada saat itu kita slalu
membayangkan masa depan yg indah dan kita bahagia tapi akhirnya setelah itu dia
malah pergi dg lelaki lain mungkin bahasa kasarnya dia menyelingkuhi saya utk
pertama kalinya ketika tau saya sempat bersedih,menangis ,marah , semua
perasaan menjadi satu tapi kemudian saya memaafkannya karena saya benar benar
mencintai dia dan kita pun mulai kembali membuat cerita indah namun tak
berselang lama setelah itu dia melakukan hal yg sama lagi utk yg kedua dan
ketiga kali, pada akhirnya saya menangis utk pertama kalinya buat seseorang
wanita selain ibu saya tentunya dan yg membuat sampai sekarang momen itu saya
ingat adl saya menangis didepan seorang wanita yaitu sahabatnya , teman
sahabatnya , dan juga didepan teman saya sendiri dirumah sahabatnya itu mungkin
ada org lain yg melihat saya menangis waktu itu karena saya menangis didepan
rumah,lalu saya mulai bercerita sambil menangis dg tersedu-sedu didepan semuanya
,mereka hanya diam tanpa berani berbicara mungkin takut menambah saya sedih setelah mungkin -+ 1
jam saya memutuskan utk pulang dan menyuruh teman saya utk didepan dijalanpun
masih menangis sambil muka tentunya saya menutup muka dg tangan. Saya sempat
bertanya knp dia tega melakukan itu terhadap saya padahal saya sangat
mencintainya ,lalu dia pun memberikan alasan yg membuat saya sadar bahwa
mungkin memang saya yg pertama kali melakukan kesalahan,memang saya salah tapi
mungkin lebih baik dia berbicara jujur kpd saya bahwa dia sudah tidak mencintai
saya lalu setelah itu dia baru mencari yg lain,tapi saya tdk pernah
menyalahkannya bahkan sampai detik ini saya menyalahkan diri sendiri atas
kesalahan yg saya buat.
Setelah itu saya sempat down sempat terjerumus ke
dunia yg negatif karena itulah pertama kalinya saya merasakan sakit yg sangat
menyayat hati ,saya lalu mulai berusaha melupakan dia dan berusaha membuat dia
benci kpd saya bukan karena tdk sayang atau cintai kepada dia tapi hanya ingin
dia melupakan saya yg bodoh ini.Setelah beberapa bulan saya akhirnya mulai bisa
sedikit melupakannya atau bisa disebut move on karena disaat itu saya bertemu
dgn seorang wanita sebut saja I, si I ini selalu menghibur dan menyemangati
saya dari situlah sedikit demi sedikit saya bisa mulai tersenyum kembali dan
mulai meninggalkan dunia negatif itu beberapa kali saya pernah main kerumahnya
namun tidak pernah mengajak pergi keluar bukan tdk ingin sebenarnya saya sangat
ingin tapi karena saya itu adl org yg susah berbicara kpd orang lain cenderung
pemalu maka saya tdk pernah mengajak dia pergi keluar. Hal yg paling saya ingat
dari I adl waktu puasa setelah sholat shubuh kita telfonan sampai mungkin
sekitar jam 8 atau 9 pagi kita saling curhat waktu itu dan berbicara ngalor
ngidul , dia sempat menutup telfon karena dia disuruh sama ibunya utk mencuci
,bersih-bersih rumah dll mati telfon mati telfon itulah yg kita lakukan waktu
itu saat saya yg awalnya dirumah lalu ketempat temen sampai saya dirumah lagi kita
masih terhubung dg telfon ,mungkin lucu tapi itu salah satu hal yg membuat saya
senang waktu itu ,lalu yg masih saya ingat dg I adl lagu dari armada-bebaskan
diriku.Saat mulai nyaman saya mulai berfikir utk menyatakan cinta kepadanya
namun saya takut dia menolak atau bahkan menganggap saya hanya sebagai sahabat
ya walaupun selama itu saya sudah berani memanggil dia sayang haha.